Tugas 4 TK WEB Kelas A

Konsep integrasi sistem :

Pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari sistem Informasi Manajemen. Berbagi sistem dapat saling berhubungan satu dengan yang lain dengan berbagai cara yang sesuai dengan keperluannya. Aliran informasi diantara sistem sangat bermanfaat bila data dalam file suatu sistem diperlukan juga oleh sistem yang lainnya, atau output suatu sistem menjadi input bagi sistem lainnya. Secara manual juga dapat dicapai suatu integrasi tertentu, misalnya data dari satu bagian dibawa kebagian lain, dan oleh petugas administrasi data tersebut digabung dengan data dari sistem yang lain. Jadi kalau secara manual maka derajat integrasinya menjadi tinggi.
Keuntungan utama dari integrasi sistem informasi adalah membaiknya arus informasi dalam sebuah organisasi. Suatu pelaporan biasanya memang memerlukan waktu, namun demikian akan semakin banyak informasi yang relevan dalam kegiatan manajerial yang dapat diperoleh bila diperlukan. Keuntungan ini merupakan alasan yang kuat untuk mengutamakan (mengunggulkan) sistem informsi terintegrasi karena tujuan utama dari sistem informasi adalah memberikan informasi yang benar pada saat yang tepat. Keuntungan lain dari pengintegrasian sistem adalah sifatnya yang mendorong manajer untuk membagikan (mengkomunikasikan) informasi yang dihasilkan oleh departemen (bagian) nya agar secara rutin mengalir ke system lain yang memerlukannya. Informasi ini kemudian digunakan lebih luas untuk membantu organisasi.

SOA

SOA (Perangkat Lunak Berorientasi Arsitektur), yaitu arsitektur berorientasi layanan, pertama oleh paling otoritatif penelitian di dunia IT dan perusahaan konsultan Gartner diajukan pada tahun 1996, tetapi karena tingkat teknologi dan lingkungan pasar tidak memiliki implementasi nyata dari SOA, kondisi, SOA bukan menjadi perhatian nyata, begitu lama waktu berikutnya diam. Setelah memasuki abad ke-21, Internet melonjak, perusahaan semakin banyak bergerak operasi ke internet di lapangan, memimpin e-commerce untuk berkembang. Dalam rangka dikemas menjadi bisnis yang terpisah, dengan layanan scalable yang kuat dapat diakses di internet, orang mengajukan konsep layanan Web, praktik SOA ini adalah orang yang nyata.

Service Oriented Architecture atau SOA memungkinkan departemen IT untuk membuat suatu transisi dari pendekatan aplikasi menuju pada suatu pendekatan proses bisnis.
SOA merupakan suatu arsitektur yang mendukung loosely coupled services untuk memungkinkan suatu bisnis yang fleksibel dalam pertukaran informasi dan penggunaan teknologi informasi. SOA terdiri dari kumpulan layanan bisnis yang mendukung suatu pengkonfigurasian kembali realisasi end-to-end bisnis proses yang fleksibel dan dinamis menggunakan deskripsi layanan berbasis interface.

SOE (Service Oriented Enterprise) Maturity Models Level

SOE Maturity Model merupakan suatu model dari “SOA yang lebih menyeluruh” dan fokus dalam membawa ROI (Return on Investment) untuk bisnis yang baik pada organisasi IT. Berikut gambar SOE Maturity Model :


Level 1 :

SOE Foundation-initial mengatur indicator kunci performa, end-to-end bisnis proses dan mengatur infrastruktur SOA. Ini mengartikan bahwa SOE bukan hanya satu layer yang mendapatkan suatu dasar dari teknologi web service akan tetapi ada tambahan dua layer yaitu the enterprise performance layer, yang mengidentifikasikan sejumlah indikator kunci performa dan the business process management layer, yang mengidentifikasikan proses awal yang bergantung pada SOA/ESB layer untuk menjaga suatu kualitas yang tinggi, performa yang tinggi, dan reliable integration menggunakan layanan teknologi. Layer ini merupakan hasil dari pengaturan awal terhadap tiga layer SOE di atasnya.

Level 2 :

SOE Repetable projects-infra-focused. Pada level ini akan menentukan arsitektur SOA, pada ESB (Enterprise Service Bus), dan implementasi dari ESB. Level 2 ini memiliki penanganan yang baik pada identifikasi semua ketergantungan terhadap (a) user bisnis, khususnya stakeholders dan bisnis analis; (b) proses dan rulearsitek untuk mendesain dan implementasi dari policy, prosedur, dan end-to-end bisnis proses dan (c) infrastruktur arsitektur SOA untuk desain yang berorientasi pada layanan dan standarisasinya. Metodologi pada level 2 ini dapat dimulai dari pengukuran terhadap proses dan performa, dapat diperkirakan keuntungannya dan dapat mulai membawa dan mengulang ROI untuk didesain ulang yang berorientasi pada proses dan layanan. Jadi di sini akan mengatur optimalisasi proses end-to-end ROI, termasuk KPI pada level EPM, business rules dan proses pada level BPM dan mendasari level ESB/SOA.

Level 3 :

SOE-extended enterprise-focused. Perluasan komposisi dan integrasi perusahaan business-to-business, dengan QoS (Quality of Service) standards support untuk proses bisnis end-to-end. Implementasi dari proses yang mendasari layanan integrasi lebih kompleks daripada proses oriented. Proses pada level ini termasuk mengeksekusi secara internal dalam masing-masing partner bisnis. Partner bisnis dapat mendefinisikan dan menyebarkan khoreografy yang kompleks dari proses-prosesnya. Masing-masing memiliki mesin proses internal sendiri. Perluasan enterprise akan dapat mengeksekusi proses end-to-end secara kuat termasuk pertukaran informasi dalam konteks proses internal.

Level 4 :

SOE-solution focused. Berfokus pada solusi horizontal dan vertikal yang membantu enterprise secara cepat dalam membangun dan menyebarkan solusi pelanggan. Solution framework pada dasarnya merupakan suatu fondasi yang dapat mempercepat life cycle of projects secara keseluruhan oleh SOE. Solution framework terdapat (a) predefined best-practice business process templates (b)predefined best-practice information model definitions; (c) redefined best-practice rules dalam kategori yang berbeda seperti declarative expressions,declarative decision, event rules dan constrains; dan (d) predefined service intergration dengan back-end atau trading partner organization. Pada level 4 ini, ahli teknik telah menghasilkan best practices untuk digunakan kembali pendefinisian solusi yang sudah ada dan menentukan area mana yang butuh di buat alternatife skesifikasinya dan perluasannya. Ini pada dasarnya merupakan pendekatan yang berbeda dan lebih dewasa untuk mengembangkan suatu solusi. SOA dan sistem BPM adalah layer inti horisontal. Pada level ini, bukan hanya arsitektur best practice dan solusi tetapi juga menurun/vertical sebagus solusi horisontal yang memiliki komponen predefined yang dapat berpengaruh terhadapservice integration dan otomatisasi proses bisnis.

Level 5 :

SOE-performance, agility, and intelligence focused: Ini berkaitan pada fitur-fitur yang lebih maju dari SOE. Ini merupakan optimasi, dan kemampuan yang ada secara cepat turun dari level KPI (Key Performance Indicator) yang tinggi pada proses, partisipasi atau service deployed dalam dasar infrastruktur. Sistem dapat juga menyarankan optimalisasi dan menyediakan kemampuan untuk memprediksi peningkatan nilai KPI. Fitur-fitur lain pada level 5 :

Membangun service, proses dan policy asstes : Pada level maturity ini kemampuan hadir untuk mengorganisasikan bisnis proses, bisnis rules integrasi, dan semua aspek yang lain dari partisipasi, back-end service, atau layanan perdagangan partner dipilih dan dieksekusi. Proses, rules, dan fasilitas yang terintegrasi diperlakukan sebagai asset perusahaan, dimana dapat secara mudah digunakan dan dispesialisasikan. Sistem menyediakan pemisahan dari apa yang dimaksudkan untuk diterima dalam solusi khusus melawan bagaimana untuk mendapatkannya, untuk contohnya, service mana yang harus diminta, trading partner mana yang digunakan, proses mana yang aktif, manusia mana yang berpartisipasi untuk diberikan tugas.

Dynamic discovery : Pada level maturity ini, akan ada penemuan yang dinamis dari layanan. Sekarang kita dapat secara semantic menemukan layanan lain dan terkadang bahkan dapat membawa negosiasi otomatis, pelelangan dan kemudian akses terhadap layanan. Pengikatan terhadap penyedia layanan bersifat dinamis. Pada level ini, pendesain fokus pada tipe layanan, mengukurnya melalui properties atau meta-data dari layanan. Sistem ini memperhitungkan layanan terbaik yang harus diminta. Dynamic discovery dan kemudian yang berikutnya mengikat dengan registrasi inti, penemuan dan perubahan dari permintaan / jawaban dari apa yang telah diilustrasikan.

Benefit And Implementation of SOA

SOA menyediakan manfaat dalam 4 kategori dasar :

  • Mengurangi biaya integrasi

  • Meningkatkan penggunaan aset

  • Meningkatkan business agility

  • Pengurangan resiko bisnis

Prinsip-prinsip yang direkomendasikan ketika mengimplementasikan SOA :

  1. Mendokumentasikan proses bisnis. Dapat secara bottom up atau top down, ketersediaan dari dokumentasi proses bisnis adalah kritis dalam penyampaian SOA melalui Aplikasi berbasis Web Services

  2. SOA mengimplementasikan evolusi yang dimulai dari seorang pilot, menyampaikan nilai bisnis dan penambahan secara menaik

  3. Implementasi SOA harus didasarkan pada loosely coupled services yang menyediakan fleksibelitas yang tinggi dan penurunan biaya secara terus menerus karena reuse and lower maintenance

  4. Pelayanan harus memiliki interface standar yang rela untuk memungkinkanseamless integratio dan interoperability dengan layanan yang lain

  5. Bisnis mengendalikan services, dan services mengendalikan teknologi

  6. Pokok dari SOA ialah business agility

Arsitektur CodeIgniter

Apakah CodeIgniter itu?

CodeIgniter adalah sebuah framework yang menerapkan konsep Model-View-Controller (MVC) sebagai pola didalam mengembangkan aplikasi berbasis PHP.CodeIgniter merupakan Web Application framework dengan bahasa pemrograman PHP yang dikembangkan oleh EllisLab. Dengan pola MVC ini memungkinkan developer untuk mengorganisir file-file untuk membangun aplikasi. CodeIgniter berisi banyak sekali instant library yang memudahkan seorang programmer PHP didalam membangun aplikasi sehingga walaupun aplikasinya besar, seorang programmer tidak perlu mendefinisikan library-library tersebut dari awal. Sebagai contoh jika kita ingin membuat sebuah fungsi database untuk memunculkan list data dari sebuah table dengan query ‘SELECT’, maka kita hanya tinggal memanggil library yang sudah disediakan dan selebihnya akan dikerjakan oleh CodeIgniter.Arsitektur dari CodeIgniter adalah :

Menurut WikiPedia:

CodeIgniter adalah aplikasi open source yang berupa framework dengan model MVC (Model, View, Controller) untuk membangun website dinamis dengan menggunakan PHP. CodeIgniter memudahkan developer untuk membuat aplikasi web dengan cepat dan mudah dibandingkan dengan membuatnya dari awal.

CodeIgniter dirilis pertama kali pada 28 Februari 2006. Versi stabil terakhir 1.6.3 yang dirilis pada 26 Juni 2008.

MVC

Model-View-Controller atau MVC adalah sebuah metode untuk membuat sebuah aplikasi web dengan memisahkan data (Model) dari tampilan (View) dan cara bagaimana memprosesnya (Controller). Dalam implementasinya kebanyakan frameworkdalam aplikasi website adalah berbasis arsitektur MVC. MVC memisahkan pengembangan aplikasi berdasarkan komponen utama yang membangun sebuah aplikasi seperti manipulasi data,antarmuka pengguna, dan bagian yang menjadi kontrol dalam sebuah aplikasi web.

Model View Controller pertama sekali dipublikasikan oleh peneliti XEROX PARAC yang bekerja dalam pembuatan bahasa pemrogramanSmalltalk sekitar tahun 19701980.

Bagian dari MVC

  1. Model, Model mewakili struktur data. Biasanya model berisi fungsi-fungsi yang membantu seseorang dalam pengelolaan basis dataseperti memasukkan data ke basis data, pembaruan data dan lain-lain.
  2. View, View adalah bagian yang mengatur tampilan ke pengguna. Bisa di katakan berupa halaman web.
  3. Controller, Controller merupakan bagian yang menjembatani model dan view. Controller berisi skrip-skrip php yang berfungsi untuk memproses suatu data dan mengirimkannya ke halaman web.

Dengan menggunakan metode MVC maka aplikasi akan lebih mudah untuk dirawat dan dikembangkan. Untuk memahami metode pengembangan aplikasi menggunakan MVC diperlukan pengetahuan tentang pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming).

Jenis MVC pada website

a. Server Side MVC, Server Side MVC biasa terjadi pada aplikasi web tradisional, yang tidak melibatkan client side seperti Javascript,Java applet, Flash, dan lain-lain. Server Side MVC menyerahkan keseluruhan proses bisnis pada server, aplikasi pada sisi pengguna hanya dapat menerima. MVC jenis ini kadang-kadang disebut juga dengan nama Thin Client.

b. Mixed Client Side and Server Side MVC, Pada Mixed Client Side and Server Side MVC 1 client tidak menggunakan model sebagai jembatan untuk melakukan komunikasi pada server, dibandingkan dengan Server Side MVC, arsitektur ini memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi karena lebih banyak komponen yang terlibat. Untuk selanjutnya arsitektur ini disebut, dengan Mixed MVC 1. Pada Mixed Client Side and Server Side MVC 2, client menggunakan model sebagai jembatan untuk melakukan komunikasi pada server, dibandingkan dengan arsitektur MVC yang lain, arsitektur ini memiliki tingkat kompleksitas yang paling tinggi karena lebih banyak komponen yang terlibat, sehingga membutuhkan sumber daya yang lebih besar pula. Untuk selanjutnya arsitektur ini disebut dengan Mixed MVC 2.

c. Rich Internet Application MVC, Application MVC Rich Internet Application (RIA) disebut juga dengan nama Fat Client, merupakan aplikasi web yang memiliki kemampuan dan fungsi hampir seperti aplikasi desktop. RIA pada sisi client, memiliki mesin untuk mengambil data yang berada pada server, sehingga pada client terdapat bagian MVC sendiri dan hanya membutuhkan bagian model pada sisi server.

Gambar MVC :


Pengertian Pattern

Pola desain atau pola rancangan (bahasa Inggris: design pattern) adalah sebuah istilah dalam rekayasa perangkat lunak yang mengacu kepada solusi umum yang dapat digunakan secara berulang kali untuk menyelesaikan masalah-masalah umum yang ditemukan dalam desain perangkat lunak. Sebuah pola desain tidak berbentuk solusi akhir yang dapat langsung diterjemahkan menjadi kode program. Pola desain merupakan penjelasan atau templat yang menunjukkan bagaimana cara menyelesaikan sebuah masalah yang kemudian dapat digunakan di berbagai situasi yang berbeda-beda. Pola desain untuk object-oriented biasanya menunjukkan relasi dan interaksi antar kelas dan objek, tanpa menjelaskan kelas dan objek akhir yang terlibat dalam sebuah aplikasi. Algoritma biasanya tidak disebut sebagai pola desain, karena algoritma menjadi solusi masalah komputasi bukan masalah desain.

Pengertian Framework

Kerangka kerja (bahasa Inggris: framework) adalah suatu struktur konseptual dasar yang digunakan untuk memecahkan atau menangani suatu masalah kompleks. Istilah ini sering digunakan antara lain dalam bidang perangkat lunak untuk menggambarkan suatu desain sistem perangkat lunak yang dapat digunakan kembali, serta dalam bidang manajemen untuk menggambarkan suatu konsep yang memungkinkan penanganan berbagai jenis atau entitas bisnis secara homogen.

Gambar FrameWork:

referensi:

1.http://id.wikipedia.org/wiki/MVC#Bagian_dari_MVC diakses tanggal 31 okt 2010
2.http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=20:informatika&id=518:model -view-controller mvc&option=com_content&Itemid=15 diakses 31 0kt 2010
3.http://id.wikipedia.org/wiki/Pola_desain diakses 31 0kt 2010
4.http://tulistutorial.wordpress.com/2010/02/10/pendahuluan_codeigniter/ diakses 31 0kt 2010
5.http://zonaekis.com/integrasi-sistem-informasi#more-228 diakses 31 0kt 2010
6.http://id.wikipedia.org/wiki/Pola_desain diakses 31 0kt 2010

7.http://id.wikipedia.org/wiki/CodeIgniter diakses 31 0kt 2010


diakses 31 0kt 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s