Topologi Bus dan Token Ring Pada Ethernet

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ethernet merupakan sebuah teknologi jaringan yang menggunakan metode transmisi Baseband yang mengirim sinyalnya secara serial 1 bit pada satu waktu. Ethernet menggunakan metode kontrol akses media Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection  untuk menentukan station mana yang dapat mentransmisikan data pada waktu tertentu melalui media yang digunakan. Dalam jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet, setiap komputer akan “mendengar” terlebih dahulu sebelum “berbicara”, artinya mereka akan melihat kondisi jaringan apakah tidak ada komputer lain yang sedang mentransmisikan data. Jika tidak ada komputer yang sedang mentransmisikan data, maka setiap komputer yang mau mengirimkan data dapat mencoba untuk mengambil alih jaringan untuk mentransmisikan sinyal. Sehingga, dapat dikatakan bahwa jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet adalah jaringan yang dibuat berdasarkan basis First-Come, First-Served , daripada melimpahkan kontrol sinyal kepada Master  Station seperti dalam teknologi jaringan lainnya. Ethernet dapat menggunakan topologi jaringan fisik apa saja (bisa berupa topologi bus, topologi ring, topologi star atau topologi mesh) serta jenis kabel yang digunakan (bisa berupa kabel koaksial (bisa berupa Thicknet atau Thinnet), kabel tembaga (kabel UTP atau kabel STP), atau kabel serat optik).

Dari latar belakang diatas, timbul beberapa masalah bagaimana kinerja masing-masing topologi ethernet. Oleh karena itu, penulis ingin memberikan ulasan mengenai topologi ethernet khususnya bus dan token ring.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari latar belakang diatas :

  1. Bagaimana cara kerja topologi bus pada ethernet?
  2. Bagaimana cara kerja topologi token ring pada ethernet?

1.3 Tujuan

  1. Bagaimana cara kerja topologi bus pada ethernet?
  2. Bagaimana cara kerja topologi token ring pada ethernet?

PEMBAHASAN

Pendahuluan Ethernet

Ethernet merupakan jenis perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972. Ethernet merupakan sebuah teknologi yang sudah dikenal oleh masyarakat luas sebagai interface yang digunakan untuk konektivitas perangkat komputer maupun laptop, hampir di setiap jaringan LAN (Local Area Network) di seluruh dunia. Ethernet juga merupakan sebuah teknologi jaringan yang menggunakan metode transmisi Baseband yang mengirim sinyalnya secara serial 1 bit pada satu waktu. Ethernet beroperasi dalam modus half-duplex, yang berarti setiap station dapat menerima atau mengirim data tapi tidak dapat melakukan keduanya secara sekaligus. Fast Ethernet serta Gigabit Ethernet dapat bekerja dalam modus full-duplex atau half-duplex.

Sedangkan pengertian topologi menurut kamus Dwibahasa Oxford Fajar, topologi bermaksud: pengkajian sifat-sifat geometri yang tidak terjejasoleh perubahan bentuk atau saiz rajah atau permukaan  yang berkaitan. Topologi adalah merupakan gambaran perhubungan antara peralatan dalam rangkaian  komputer. Apabila 2 atau lebih nod disambungkan maka terbentuklah topologi hybrid.

Spesifikasi Ethernet mendefinisikan fungsi-fungsi yang terjadi pada lapisan fisik dan lapisan data-link dalam model referensi jaringan tujuh lapis OSI, dan cara pembuatan paket data ke dalam frame sebelum ditransmisikan di atas kabel. Ethernet menggunakan metode kontrol akses media Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection untuk menentukan station mana yang dapat mentransmisikan data pada waktu tertentu melalui media yang digunakan. Dalam jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet, setiap komputer akan “mendengar” terlebih dahulu sebelum “berbicara”, artinya mereka akan melihat kondisi jaringan apakah tidak ada komputer lain yang sedang mentransmisikan data. Jika tidak ada komputer yang sedang mentransmisikan data, maka setiap komputer yang mau mengirimkan data dapat mencoba untuk mengambil alih jaringan untuk mentransmisikan sinyal. Sehingga, dapat dikatakan bahwa jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet adalah jaringan yang dibuat berdasrkan basis First-Come, First-Served, daripada melimpahkan kontrol sinyal kepada Master Station seperti dalam teknologi jaringan lainnya.          Ada tiga jenis topologi dalam ethernet;  Bus,  Token Ring  dan  Star topologi. Terdapat topologi lain seperti hybrid, mesh dan wireless. Dibawah ini hanya akan diulas mengenai topologi bus dan token ring pada ethernet.

2.1 KONSEP TOPOLOGI BUS

Topologi bus diimplementasikan dengan  menggunakan media fisik berupa kabel koaksial. Topologi ini umumnya digunakan untuk jaringan komputer yang terhubung secara sederhana sehingga komputer-komputer yang terlibat di dalamnya bisa berkomunikasi satu sama lainnya. Realisasi dari topologi bus ini adalah  adanya sebuah jalur utama yang menjadi penghubung antar komputer. Topologi bus digunakan untuk standard  IEEE 802.3, 10base2, iaitu piawaian  Ethernet. Komputer terhubung ke jalur utama melalui sebuah jalur cabang. Ilustrasi mengenai topologi bus ini dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 1. Topologi Bus Sederhana

Karekteristik Topologi Bus

  • Antaramuka (Interface)

Antara muka bagi topologi bus adalah menggunakan peralatan pasif atau T Connector. Peralatan ini tidak mempunyai kebolehan untuk menguat atau mengulang signal yang dihatar. Oleh yang demikian. Semakin jauh data / signal bergerak, maka  semakin lemah signal yang berada dalam talian.

  • Sambungan Multipoint

Topologi bus mempunyai sambungan multipoint, dimana, satu medium penghantar

dikongsi oleh semua nod. Apa sahaja data yang dihantar akan dilongsi oleh semua nod.

  • Addressing

Topologi ini membenarkan unicast, multicast dan broadcast addressing. Setiap nod akan menyemak dan memeriksa alamat penerima pada frame yang diterima. Jika alamat unicast, nod akan memeriksa alamat penerima pada frame. Jika padan nod akan terima data jika tidak, frame akan di buang.  Jika alamat multicast, nod yang terlibat dalam group akan mengambil data dan nod yang tidak berkaitan akan membuang frame. Jika alamat broadcast, semua nod akan menyimpan frame yang dihantar.

Tatacara Penghataran dan Penerimaan Data

Gambar dibawah mengambarkan cara penghataran data dari PC1 ke PC 3.

Gambar 2. Cara Penghantaran Data Topologi Bus

  • Medium Penghantar

Pada kebiasaannya medium penghantar untuk topologi bus ialah kabel coaxial.

  • Ciri-ciri lain Topologi Bus
  1. Kerusakan pada kable akan mengakibatkan masalah yang serius kepada network.
  2. Disebabkan antaramuka pasif digunakan, maka tidak akan berlaku masalah sirius apabila berlaku kerosakan pada antaramuka nya.
  3. Disebabkan antara muka bersifat pasif, data yang dihantar akan semakin lemah kecuali penguat amplifire atau pengulang / repeater digunakan.
  4. Delay penghantaran data bergantung kepada jumlah nod yang disambungkan.
  5. Merupakan satu kabel yang kedua ujung nya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
  6. Umum digunakan karena sederhana dalam instalasi
  7. Signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision .
  1. Problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh  jaringan akan terhenti.

Dibawah ini adalah kelebihan dan kelemahan topologi bus :

Gambar 3. Kelebihan dan Kelemahan Topologi Bus

  • Kabel

Kabel yang dibutuhkan untuk topologi Bus adalah kabel coaxial, terdapat 2 jenis

kabel coaxial yang dapat dipakai, yaitu :

  1. Kabel Coaxial Thinnet ( Kabel RG-58 )

Kabel Coaxial Thinnet atau Kabel RG-58 biasa disebut dengan kabel BNC, singkatan dari British Naval Connector. Sebenarnya BNC adalah nama konektor yang dipakai, bukan nama kabelnya.

Kelebihan menggunakan kabel RG-58 adalah :

  • Fleksibel, mudah dipakai untuk instalasi dalam ruangan.
  • Dapat langsung dihubungkan ke komputer menggunakan

konektor BNC.

Spesifikasi teknis dari kabel ini adalah :

  • Mampu menjangkau bentangan maksimum 185 meter.
  • Impedansi Terminator  50 Ohm.

Gambar 4 Kabel Coaxial Thinnet

 

2.  Kabel Coaxial Thicknet ( Kabel RG-8 )

Kabel Coaxial Thicknet atau Kabel RG-8 adalah kabel coaxial yang dipakai

untuk instalasi antar gedung, Spesifikasi kabel ini sama dengan dengan Kabel Coaxial Thinnet, hanya bentuk fisiknya lebih besar. Karena lebih besar, kabel ini dapat menampung data yang lebih banyak sehingga cocok untuk instalasi sebagai backbone jaringan.

Spesifikasi Teknis dari kabel ini adalah :

§ Mampu menjangkau bentangan maksimum 500 meter.

§ Impedansi terminator 50 Ohm.

§ Membutuhkan Transceiver sebelum dihubungkan dengan komputer.

Supaya komputer dapat terhubung ke jaringan thicknet, diperlukan transceiver. Koneksi antara Network Adapter Card dengan transceiver dibuat denganmenggunakan drop cable untuk menghubungkan Transceiver dengan Attachment Unit Interface (AUI ) pada Network Adapter Card. Interface dari AUI berbentuk DB-15.

Gambar 5. Kabel Coaxial Thicknet

Bila dibandingkan antara Thicknet dengan thinnet, instalasi kabel thicknet jauh lebih sulit karena sifatnya lebih kaku dan tidak fleksibel. Tetapi melihat kapasitas data dan jarak yang bisa dijangkau, jenis kabel ini masih menjadi favorit sebagai penghubung antar gedung.


 

Ø Konektor

v BNC Kabel konektor

Untuk menghubungkan kabel ke T konektor.

v BNC T konektor

Untuk menghubungkan kabel ke komputer.

v BNC Barrel konektor

Untuk menyambung 2 kabel BNC.

2.2 KONSEP TOPOLOGI TOKEN RING

Token Ring adalah sebuah cara akses jaringan berbasis teknologi ring yang pada awalnya dikembangkan dan diusulkan oleh Olaf Sederbu pada tahun 1969. Perusahaan IBM selanjutnya membeli hak cipta dari Token Ring dan memakai akses Token Ring dalam produk IBM pada tahun 1984 . Elemen kunci dari desain Token Ring milik IBM ini adalah penggunaan konektor buatan IBM sendiri (proprietary), dengan menggunakan kabel twisted pair, dan memasang hubungan aktif yang berada di dalam sebuah jaringan komputer.

Gambar 6. Topologi Token Ring

Spesifikasi asli dari standar Token Ring adalah kemampuan pengiriman data dengan kecepatan 4 megabit per detik (4 Mbps), dan kemudian ditingkatkan empat kali lipat, menjadi 16 megabit per detik. Pada jaringan topologi ring ini, semua node yang terhubung harus beroperasi pada kecepatan yang sama. Implementasi yang umum terjadi adalah dengan menggunakan ring 4 megabit per detik sebagai penghubung antar node, sementara ring 16 megabit per detik digunakan untuk backbone jaringan.

Dengan Token-Ring, peralatan network secara fisik terhubung dalam konfigurasi (topologi) ring di mana data dilewatkan dari devais/peralatan satu ke devais yang lain secara berurutan. Sebuah paket kontrol yang dikenal sebagai token akan berputar-putar dalam jaringan ring ini, dan dapat dipakai untuk pengiriman data. Devais yang ingin mentransmit data akan mengambil token, mengisinya dengan data yang akan dikirimkan dan kemudian token dikembalikan ke ring lagi. Devais penerima/tujuan akan mengambil token tersebut, lalu mengosongkan isinya dan akhirnya mengembalikan token ke pengirim lagi. Protokol semacam ini dapat mencegah terjadinya kolisi data (tumbukan antar pengiriman data) dan dapat menghasilkan performansi yang lebih baik, terutama pada penggunaan high-level bandwidth.

Ada tiga tipe pengembangan dari Token Ring dasar: Token Ring Full Duplex, switched Token Ring, dan 100VG-AnyLAN. Token Ring Full Duplex menggunakan bandwith dua arah pada jaringan komputer. Switched Token Ring menggunakan switch yang mentransmisikan data di antara segmen LAN (tidak dalam devais LAN tunggal). Topologi token ring manghubungkan semua nod menggunakan medium penghatar.

 

Karekteristik Topologi Token Ring

Ø Addressing

Topologi ring membenarkan pengalamatan unicast, multicast dan broadcast. Setiap nod akan memeriksa alamat penerima pada frame yang mereka terima. Secara fizikal topologi ring dipasang seperti berikut;

Gambar 7. Fisikal Topologi Token Ring

Ø Antaramuka

Antaramuka untuk topologi ini adalah bersifat aktif, dimana setiap kali frame atau data melalui antaramuka, signal/data/frame akan di kuatkan semula supaya nod seterusnya akan menerima signal yang baik.

Ø Hubungan Point-to-Point

Dalam topologi token Ring, hubungan antara nod adalah point-to-point.

Ø Penghantaran Data

 

Cara penghantaran data melalui medium penghatar adalah sehala (unidirectional).

Ø Midum penghataran

Pada kebiasaanya, medium penghantaran adalah kabel UTP, coaxial dan fiber optic.

Gambar 8. Kelebihan Kelemahan Topologi Token Ring

 

Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat di ambil dari makalah ini adalah :

a. Ethernet merupakan sebuah teknologi yang sudah dikenal oleh masyarakat luas sebagai interface yang digunakan untuk konektivitas perangkat komputer maupun laptop, hampir di setiap jaringan LAN (Local Area Network) di seluruh dunia.

b. Topologi bus diimplementasikan dengan menggunakan media fisik berupa kabel koaksial. Topologi ini umumnya digunakan untuk jaringan komputer yang terhubung secara sederhana sehingga komputer-komputer yang terlibat di dalamnya bisa berkomunikasi satu sama lainnya.

c. Dengan Token-Ring, peralatan network secara fisik terhubung dalam konfigurasi (topologi) ring di mana data dilewatkan dari devais/peralatan satu ke devais yang lain secara berurutan. Sebuah paket kontrol yang dikenal sebagai token akan berputar-putar dalam jaringan ring ini, dan dapat dipakai untuk pengiriman data.

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s